- by 27DERAJAT.COM
- Mar, 21, 2025 03:13
FAKTUALSUMSEL.COM, PALEMBANG - Upaya meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan terus diperkuat oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sumatera Selatan. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Toko Daring dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang digelar di Gedung Perjuangan Wanita Sumsel, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala DPPPA Provinsi Sumatera Selatan, Muhammad Zaki Aslam, S.IP., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas perempuan, khususnya kelompok marginal, agar mampu bersaing di era digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan pasar digital membuka peluang besar bagi pelaku industri rumahan untuk memperluas jangkauan pemasaran. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan pemahaman terkait standar kualitas dan keamanan produk, termasuk proses registrasi dan notifikasi dari BPOM.
“Perempuan pelaku industri rumahan memiliki potensi besar untuk berkembang. Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan produk yang dihasilkan tidak hanya dikenal luas, tetapi juga memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ditetapkan,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini Tahun 2026 yang bertujuan mendorong pemberdayaan perempuan, khususnya dalam bidang ekonomi.
Sosialisasi difokuskan pada peningkatan pemahaman teknis terkait perizinan produk, standar keamanan pangan, serta strategi pemasaran melalui platform toko daring.
Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang konkret bagi produk-produk rumahan yang dikelola perempuan marginal untuk dapat masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk berpartisipasi dalam pengadaan kebutuhan konsumsi pada kegiatan pemerintahan.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai organisasi perempuan dan kelompok rentan, di antaranya Forum Keluarga Spesial Indonesia (FORKESI), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), serta PW Salimah. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong inklusivitas dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Untuk memperkuat materi yang disampaikan, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Provinsi Sumatera Selatan, BPOM, platform e-katalog Mbizmarket, serta pelaku usaha Lady Food. Para narasumber memberikan pemaparan terkait mekanisme pengadaan pemerintah, proses perizinan produk, hingga strategi efektif dalam memasarkan produk secara digital.
Melalui kegiatan ini, DPPPA Sumsel berharap perempuan marginal pelaku industri rumahan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas produknya, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar digital, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi keluarga dan daerah. (Adv).