Monday, May 18, 2026

KUPT Puskesmas Pauh BANTAH TUDINGAN TELANTARKAN PASIEN


KUPT Puskesmas Pauh BANTAH TUDINGAN TELANTARKAN PASIEN

MURATARA — Polemik pelayanan kesehatan di Puskesmas Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara, terus bergulir setelah muncul keluhan dari keluarga pasien yang menilai pelayanan lamban dan kurang responsif.

Menyanggapi hal tersebut, Kepala UPT Puskesmas Pauh, dr Arnida, akhirnya angkat bicara dan membantah tudingan yang menyebut dirinya menolak maupun menelantarkan pasien.

Ia menegaskan bahwa pada saat kejadian dirinya dalam kondisi sakit, sehingga tidak dapat melakukan pemeriksaan secara langsung maupun datang ke Puskesmas.

“Saya memang sedang sakit, jadi bukan tidak melayani pasien. Saya juga orang asli Desa Pauh dan sengaja pulang ke Rawas Ilir untuk mengabdi kepada masyarakat saya,” ujarnya.

Dr Arnida menjelaskan bahwa keterbatasan tenaga medis di wilayah Rawas Ilir menjadi salah satu tantangan utama dalam pelayanan kesehatan. Meskipun peluang untuk mencari tenaga medis terbuka, minat untuk bertugas di daerah pelosok masih sangat rendah.

“Kita memang masih sangat membutuhkan tenaga medis di wilayah Rawas Ilir. Namun setiap ada peluang, sering kali kosong atau sangat sedikit yang mau bertugas di daerah terpencil,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan telah mengabdikan diri di wilayah Rawas Ilir sejak sekitar 7 tahun yang lalu, saat kondisi daerah tersebut masih tergolong sulit dijangkau dan minim infrastruktur.

"Saya sudah bertugas sejak akses jalan masih berlumpur, wilayah ini dulu terisolir. Itu tidak mudah. ​​​​Berbeda dengan sekarang yang sudah lebih baik, jalan sudah dibangun, sinyal dan listrik juga sudah tersedia," katanya.

Terkait tudingan yang beredar, dr Arnida meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan dan menyebarkan informasi yang belum tentu benar, apalagi hingga menyudutkan tenaga medis.

“Saya tidak pernah menolak atau menelantarkan pasien, apalagi itu warga satu desa dengan saya. Saat kejadian memang kondisi saya tidak memungkinkan untuk turun langsung,” tegasnya.

Ia juga berharap pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang dinilai tidak benar di media sosial dapat memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka.

Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta tidak hanya merugikan dirinya sendiri secara pribadi, tetapi juga berdampak pada tenaga psikologis medis di Puskesmas Pauh.
“Informasi seperti itu bisa berdampak hukum karena terkait dengan Undang-Undang ITE, dan juga merugikan seluruh tenaga medis di sini,” tambahnya.

Sementara itu, keluarga pasien sebelumnya mengeluhkan minimnya kehadiran petugas medis serta sulitnya mendapatkan surat rujukan saat kondisi pasien dinilai darurat. Hingga kini, polemik tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah Rawas Ilir.

Dari sekian banyak masalah dalam melakukan pelayanan medis. Kerap kali tenaga medis di wilayah Kabupaten Muratara, Provinsi Sumsel, dihadapkan pada tekanan dari pihak keluarga pasien yang tidak memahami atau tidak mau mengikuti prosedur standar operasional (SOP) penanganan medis.


Perlakukan diancam dan dimaki oleh keluarga pasien, hingga kejadian kekerasan terhadap tenaga medis, pernah terjadi di wilayah ini, dan tidak jarang juga pelayanan terhadap masyarakat, selalu dinarasikan negatif melalui media sosial.

Pihaknya menambahkan, di tengah berbagai keterbatasan tersebut, tenaga kesehatan di Kabupaten Musi Rawas Utara juga telah menunjukkan prestasi di tingkat nasional dalam bidang pelayanan ke masyarakat.

Sebanyak empat tenaga kesehatan asal Muratara meraih penghargaan sebagai Nakes Teladan Tingkat Nasional 2024 dari Menteri Kesehatan, yang terdiri dari dua dokter termasuk Dr Arnida, dan satu perawat, dan satu bidan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara juga terus mendorong peningkatan disiplin serta pelayanan yang ramah di seluruh Puskesmas, sekaligus berkomitmen terhadap berbagai isu kepegawaian tenaga kesehatan.

Namun demikian, mengesampingkan masih adanya pihak-pihak yang dinilai justru berusaha menurunkan semangat tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(Zul)

author

nain

KUPT Puskesmas Pauh BANTAH TUDINGAN TELANTARKAN PASIEN

Please Login to comment in the post!

you may also like