- by 27DERAJAT.COM
- May, 16, 2025 01:16
TEHERAN – Nama Ayatollah Ali Khamenei telah lama menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia Islam dan politik Timur Tengah. Selama lebih dari tiga dekade, ia memegang jabatan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, posisi tertinggi dalam sistem politik Republik Islam Iran yang memiliki kewenangan besar atas pemerintahan, militer, hingga kebijakan luar negeri negara tersebut.
Ali Khamenei lahir pada 19 April 1939 di kota Mashhad, Iran, dari keluarga ulama sederhana. Sejak muda ia sudah menempuh pendidikan agama di berbagai pusat studi Islam, termasuk di Qom, kota yang dikenal sebagai pusat pendidikan ulama Syiah. Di masa mudanya, Khamenei dikenal aktif dalam gerakan keagamaan dan politik yang menentang pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi yang saat itu memimpin Iran.
Perjalanan politik Khamenei semakin menonjol setelah terjadinya Revolusi Iran tahun 1979, yang dipimpin oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini. Revolusi tersebut berhasil menggulingkan monarki Iran dan mengubah negara itu menjadi Republik Islam. Khamenei termasuk tokoh muda yang berada di lingkaran dekat Khomeini dan terlibat dalam pembentukan pemerintahan baru setelah revolusi.
Karier politiknya terus meningkat. Pada tahun 1981, Khamenei terpilih menjadi Presiden Iran dan menjabat selama dua periode hingga 1989. Masa pemerintahannya berlangsung di tengah situasi sulit, termasuk perang panjang antara Iran dan Irak yang berlangsung hampir satu dekade.
Setelah wafatnya Ayatollah Khomeini pada tahun 1989, Majelis Ahli Iran menunjuk Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Sejak saat itu, ia menjadi figur paling berkuasa dalam struktur negara. Dalam sistem Iran, Pemimpin Tertinggi memiliki kendali atas angkatan bersenjata, Garda Revolusi, lembaga peradilan, hingga menentukan arah kebijakan strategis negara.
Di bawah kepemimpinannya, Iran dikenal memiliki sikap keras terhadap pengaruh Barat, terutama Amerika Serikat dan Israel. Khamenei juga menjadi sosok penting dalam membangun kekuatan militer dan pengaruh geopolitik Iran di kawasan Timur Tengah, termasuk melalui hubungan dengan kelompok dan negara sekutu di wilayah tersebut.
Meski demikian, sosok Khamenei juga kerap menjadi sorotan dunia internasional. Kebijakan politik dan militernya sering memicu ketegangan global, terutama terkait program nuklir Iran dan konflik geopolitik di Timur Tengah. Namun bagi banyak pendukungnya di Iran, Khamenei dianggap sebagai pemimpin yang menjaga kedaulatan negara dan mempertahankan ideologi Revolusi Islam.
Hingga akhir hayatnya, Ali Khamenei tetap menjadi figur sentral dalam politik Iran. Warisan politik dan pengaruhnya tidak hanya membentuk arah negara tersebut, tetapi juga turut memengaruhi dinamika kekuatan di kawasan Timur Tengah dan hubungan internasional selama beberapa dekade terakhir.(dil/*)