- by M. Sultan
- Feb, 17, 2025 21:25
Palembang - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru angkat bicara terkait insiden penembakan yang melibatkan oknum TNI di Kafe Panhead Palembang. Menyikapi peristiwa tersebut, Herman Deru meminta agar kejadian itu menjadi perhatian serius semua pihak, terutama pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat hiburan malam yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban. Menurut Herman Deru, kejadian yang terjadi di salah satu tempat hiburan tersebut memang sangat disayangkan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa insiden itu tidak boleh langsung dijadikan gambaran umum terhadap seluruh tempat hiburan di Kota Palembang maupun Sumatera Selatan. “Dari sekian banyak tempat hiburan, satu yang terjadi tentu tidak bisa kita gebyah uyah kondisi ini secara umum,” ujar Herman Deru saat dimintai tanggapan terkait peristiwa tersebut.
Meski begitu, mantan Bupati OKU Timur dua periode itu menegaskan bahwa evaluasi tetap perlu dilakukan demi mencegah kejadian serupa kembali terulang. Ia mengaku akan segera menginstruksikan Wali Kota Palembang untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tempat-tempat hiburan yang dinilai berpotensi menimbulkan keributan maupun gangguan keamanan. “Tapi ini tentu saya akan instruksikan wali kota untuk mengevaluasi di setiap tempat yang dapat memantik kegaduhan,” tegasnya. Herman Deru menilai, keberadaan tempat hiburan harus tetap berada dalam koridor aturan dan pengawasan yang ketat. Pengelola tempat hiburan, menurutnya, memiliki tanggung jawab menjaga keamanan, kenyamanan, serta memastikan aktivitas usaha tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pengelola usaha hiburan dalam menjaga situasi tetap kondusif. Sebab Sumatera Selatan selama ini dikenal sebagai daerah yang relatif aman dan kondusif dengan tingkat konflik sosial yang rendah. “Kondusivitas daerah harus tetap kita jaga bersama. Jangan sampai satu kejadian menimbulkan kekhawatiran di masyarakat,” katanya.
Terpisah, ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan, M Yansuri, angkat bicara terkait insiden yang terjadi di Kafe Panhead Palembang dan meminta pemerintah daerah segera melakukan peninjauan ulang terhadap operasional tempat hiburan tersebut. Menurutnya, evaluasi penting dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Yansuri menegaskan, Komisi IV DPRD Sumsel meminta seluruh tempat hiburan, termasuk Kafe Panhead, benar-benar memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung maupun masyarakat sekitar. Ia menilai, aspek keamanan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan tempat hiburan malam. “Komisi IV meminta ditinjau ulang, jangan sampai menimbulkan keresahan, ketidakamanan dan ketidaknyamanan. Jadi mereka harus memastikan harus aman,” tegas Yansuri.
Politisi tersebut juga menyampaikan bahwa apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya pelanggaran atau tidak adanya jaminan keamanan, maka pemerintah daerah diminta mengambil langkah tegas. “Jika tidak ditinjau ulang, bila perlu ditutup,” ujarnya. Menurutnya, ketegasan diperlukan demi menjaga kondusivitas dan rasa aman masyarakat di Kota Palembang maupun Sumatera Selatan secara umum.
Terkait insiden penembakan yang terjadi di Kafe Panhead Palembang, Pangdam II/Sriwijaya Ujang Darwis memastikan proses penanganan kasus tersebut berjalan sesuai aturan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan proses hukum kepada aparat terkait agar dapat berjalan secara profesional dan transparan.
“Sudah sesuai aturan, semoga berjalan lancar,” ujar Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., saat dimintai tanggapan mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut. Pangdam berharap seluruh proses dapat berlangsung baik sehingga situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat tetap kondusif.(Bnu)