- by M. Sultan
- Feb, 17, 2025 21:25
Palembang - Rencana pelebaran kolam retensi di kawasan Simpang Polda Palembang mendapat dukungan dari Ketua Komisi IV DPRD Sumatera Selatan, M Yansuri. Menurutnya, program tersebut pada prinsipnya sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan banjir dan mendukung kepentingan publik.
Namun demikian, ia meminta agar seluruh persoalan yang masih berkaitan dengan proyek tersebut terlebih dahulu diselesaikan secara baik oleh pemerintah. “Pada prinsipnya kami mendukung, karena memang dibutuhkan sesuai situasi dan kondisi,” ujar Yansuri saat dimintai tanggapan terkait rencana pelebaran kolam retensi Simpang Polda.
Ia menjelaskan, keberadaan kolam retensi memang sangat penting untuk membantu mengurangi genangan dan mengendalikan aliran air di kawasan padat perkotaan. Karena itu, DPRD Sumsel pada dasarnya sepakat jika proyek tersebut dilanjutkan demi kepentingan masyarakat luas. Namun ia menilai, pemerintah harus memperhatikan dampak sosial yang muncul, terutama terhadap warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Menurut Yansuri, sebagian masyarakat di kawasan Simpang Polda sebenarnya sudah mulai berharap adanya pembebasan lahan apabila proyek pelebaran benar-benar direalisasikan. Sebab, kondisi permukiman di sekitar kolam retensi kini dinilai semakin padat dan berada sangat dekat dengan badan jalan maupun area retensi.
“Kalau memang memungkinkan dan layak, kenapa tidak? Yang penting masyarakat juga diperhatikan. Kalau memang belum bisa, mungkin bisa dibantu dulu. Prinsipnya kita sepakat untuk kepentingan publik,” katanya.
Sementara itu, harapan serupa disampaikan warga RT 23 kawasan kolam retensi Simpang Polda, salah satunya Susanti (43). Ia berharap apabila pemerintah melakukan perluasan kolam retensi, maka lahan dan rumah warga yang berada persis di sekitar lokasi juga dapat dibebaskan sekaligus diberikan ganti rugi yang layak.
Menurut Susanti, rumah miliknya yang berada di samping kantor DPMPTSP Provinsi Sumsel kini berada sangat dekat dengan area kolam retensi. Ia mengaku kondisi lingkungan semakin padat dan ramai sehingga berharap pemerintah dapat memberikan solusi terbaik bagi warga terdampak.
“Kalau memang benar diperlebar, sekalian saja lahan kami dibebaskan pemerintah. Karena rumah kami nanti persis di samping kolam retensi,” ujarnya.
Rencana pelebaran kolam retensi Simpang Polda sendiri dinilai menjadi salah satu solusi penting untuk mengurangi persoalan banjir di Kota Palembang, terutama saat intensitas hujan tinggi. Namun masyarakat berharap proyek tersebut tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan memberikan kepastian bagi warga yang terdampak langsung.(Bnu)