- by M. Sultan
- Feb, 17, 2025 21:25
PALEMBANG – Dukungan dan kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina kembali menggema di Kota Palembang. Melalui Aksi Bela Palestina Jilid 5, ribuan masyarakat dari berbagai elemen akan tumpah ruah di Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) pada Ahad, 9 November 2025, mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai.
Gerakan kemanusiaan ini digagas oleh Aliansi Masyarakat Sumatera Selatan Peduli Palestina,
bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palembang, QUPRO Indonesia, dan Aliansi Kemanusiaan
Indonesia (AKSI). Aksi ini diharapkan menjadi momentum besar
bagi masyarakat Sumatera Selatan untuk menunjukkan solidaritas terhadap
perjuangan rakyat Gaza.
Ketua Aliansi, H.
Abdus Somad Demsyah Safar, menegaskan bahwa kegiatan ini
merupakan wujud nyata keberpihakan masyarakat Sumsel terhadap kemanusiaan
global.
“Selama masih ada penjajahan dan penderitaan di Gaza, maka kemerdekaan belum
sepenuhnya paripurna,” ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Azza Palembang, Rabu (29/10/2025).
Ia menambahkan, dari Palembang, semangat
solidaritas tidak boleh padam. “Kita ingin masyarakat Sumsel kembali berdiri
tegak untuk kemerdekaan kemanusiaan. Aksi ini bukan sekadar simbolik, tapi
panggilan hati untuk membantu sesama,” tegas Abdus Somad.
Sementara itu, koordinator lapangan H. Syaiful Padli, ST., MM.,
selaku panitia pelaksana, mengungkapkan bahwa panitia menargetkan pengumpulan donasi sebesar Rp2 miliar untuk membantu
korban perang di Palestina. “Kita ingin menghadirkan massa sebanyak mungkin.
Dengan dukungan media, tokoh masyarakat, dan artis nasional, insyaallah target
itu bisa tercapai,” jelasnya.
Syaiful juga menyebutkan bahwa aksi kali ini
akan menghadirkan Opick, penyanyi religi yang
dikenal aktif mendukung perjuangan Palestina, serta Azanddo,
artis dan pemain sinetron asal Jakarta. “Kita ingin membuktikan bahwa
kepedulian terhadap Palestina bukan hanya milik orang dewasa atau kalangan
religius, tapi juga anak-anak muda Palembang,” tambahnya.
Kegiatan ini akan diawali dengan long march dari dua titik utama: Simpang
Lima DPRD Sumsel dengan peserta membawa bendera Palestina, dan Simpang
Peca Karingan dengan peserta membawa bendera
Merah Putih. Keduanya akan bertemu di Monpera sebagai simbol
persatuan kemanusiaan dan solidaritas lintas bangsa.
Tak hanya tokoh agama Islam, panitia juga
berencana menghadirkan tokoh lintas agama
melalui kerja sama dengan Forum Komunikasi Umat
Beragama (FKUB). “Isu Palestina adalah isu kemanusiaan, bukan
semata isu keagamaan. Karena itu, kami ingin umat dari berbagai keyakinan turut
bersama menyerukan perdamaian,” ungkapnya.
Menariknya, aksi kemanusiaan ini juga mendapatkan dukungan langsung dari Wali Kota Palembang, yang menyatakan kesiapannya hadir
dan bahkan menyumbangkan dalam bentuk donasi dari kantong pribadi. “Ini
bukti nyata bahwa pemerintah juga turut berempati dan mendukung langkah
solidaritas warga,” ujar Syaiful.
Panitia juga mengimbau seluruh peserta untuk membawa infak terbaik mereka sebagai bentuk kontribusi nyata bagi
rakyat Palestina. Donasi dapat disalurkan langsung saat kegiatan berlangsung
maupun melalui rekening resmi yang telah disiapkan.
“Kalau kita tak bisa hadir di Gaza secara
langsung, setidaknya kita bisa hadir melalui infak dan doa. Mari kita viralkan
aksi ini, agar Palembang dikenal bukan hanya sebagai kota perjuangan, tapi juga
kota kemanusiaan,” seru Syaiful.
Aksi damai ini juga mendapatkan dukungan luas dari berbagai organisasi besar
di Sumsel, di antaranya BKPRMI Sumsel dan
Palembang, Majelis Ulama Indonesia
(MUI) Sumsel, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah
dan Lazismu, serta Pengurus Wilayah Nahdlatul
Ulama (NU) dan NU Care Lazisnu.
Ustadz Ahmad Kamil, S.Pd,
dari BKPRMI Sumsel, mengatakan bahwa jaringan remaja masjid, pondok pesantren,
dan majelis taklim di seluruh provinsi akan digerakkan untuk mendukung aksi
ini. “Kami sudah berkoordinasi dengan para pemuka ormas Islam, sekolah, dan
komunitas sosial agar semuanya turun tangan pada 9 November nanti,” jelasnya.(fdl)