- by 27DERAJAT.COM
- Mar, 21, 2025 03:13
PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pelayanan publik yang berpihak pada anak. Hal itu ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Layanan Pemenuhan Hak Anak Bidang Kesehatan atau Pelayanan Ramah Anak di sekolah Tahun 2025, yang digelar di Palembang, Kamis (30/10/2025).
Kepala Dinas PPPA Provinsi Sumsel, Fitriana, S.Sos., M.Si., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa anak merupakan aset berharga bangsa yang harus mendapatkan perlindungan penuh, termasuk dalam akses layanan kesehatan. Dirinya menyebut, pelayanan kesehatan bagi anak tidak cukup hanya memenuhi aspek medis, tetapi juga kenyamanan, rasa aman, serta pemenuhan hak mereka untuk didengar. “Melalui program sekolah ramah anak, kita ingin memastikan sekolah menjadi tempat yang tidak hanya pendidikan, tetapi juga memuliakan anak,” ujar Fitriana.

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri perwakilan Deputi Pemenuhan Hak Anak KemenPPPA, TP-PKK Sumsel, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta Kepala Dinas PPPA Kabupaten/Kota se-Sumsel.
Hadir pula narasumber dari dunia Pendidikan yang memberikan pemaparan layanan sekolah ramah anak.
Menurut Fitriana, program sekolah Ramah Anak merupakan bagian dari agenda besar mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak. Ia menekankan pentingnya pemahaman tenaga Pendidikan mengenai prinsip perlindungan anak, konseling psikososial, hingga penanganan anak korban kekerasan. “Anak bukan sekadar objek pelayanan. Mereka subjek yang punya hak untuk didengar,” tegasnya.

Selain itu, ia menyebut bahwa keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas fisik seperti layanan ramah anak, tetapi perlu diikuti peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Petugas pendidikpun harus siap memberikan pelayanan inklusif, nondiskriminatif, serta menjamin kerahasiaan perlindungan anak. “Kita ingin anak-anak, termasuk penyandang disabilitas, merasakan pelayanan yang adil dan manusiawi,” imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, Fitriana juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor. Dinas PPPA, Dinas Kesehatan, aparat penegak hukum, tenaga pendidik, hingga UPTD PPA harus bergerak serempak memastikan akses layanan berlapis bagi anak-anak, terutama yang datang membawa masalah kesehatan sekaligus kekerasan. “Ketika anak datang ke sekolah dan terlihat ada tanda kekerasan, maka harus ada sistem rujukan cepat dan tepat,” tambahnya.

Ia berharap, peserta sosialisasi yang hadir dari kabupaten/kota dapat menjadi agen perubahan di daerah masing-masing. Dengan kolaborasi dan komitmen, Sumsel diyakini mampu menjadi pelopor pelayanan ramah anak di tingkat nasional. “Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan, aman, tanpa diskriminasi, dan penuh kasih sayang. Anak-anak yang sehat adalah pondasi kemajuan bangsa,” katanya.
Kegiatan kemudian dibuka resmi oleh Fitriana dengan harapan menjadi langkah awal gerakan bersama membangun layanan sekolah ramah anak hingga ke pelosok Sumatera Selatan. Dengan semakin banyaknya sekolah ramah anah yang siap melayani anak secara layak, humanis, dan menyeluruh, Sumsel optimis melahirkan generasi yang kuat, sehat, dan berkarakter, sesuai visi besar daerah mewujudkan provinsi ramah perempuan dan layak anak. (Adv)