- by 27DERAJAT.COM
- Mar, 09, 2025 22:33
Palembang – Mencuatnya kabar diamankannya Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dalam dugaan kasus suap fee proyek langsung menyita perhatian publik. Namun di tengah derasnya informasi yang beredar, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memilih bersikap hati-hati dan menunggu penjelasan resmi dari aparat penegak hukum sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Diwawancarai
wartawa di Kantor Gubernur Sumsel, Rabu petang (3/6/2026), Herman Deru mengaku
belum menerima pemberitahuan resmi terkait kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa
hingga saat ini informasi yang diperolehnya masih sebatas dari pemberitaan
media dan belum ada komunikasi formal dari pihak berwenang.
"Saya
baru mendengar informasi-informasi itu. Secara resmi belum mendapatkan
informasi yang lugas, baik melalui surat maupun telepon dari pihak
berwenang," ujar Herman Deru.
Sikap
kehati-hatian itu, menurut Deru, penting dilakukan agar tidak muncul kesimpulan
prematur yang justru dapat merugikan semua pihak. Ia menegaskan bahwa
Pemerintah Provinsi Sumsel tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah
sembari menunggu keterangan resmi dari Kejati Sumsel mengenai duduk perkara
yang sebenarnya.
Herman
Deru mengatakan, informasi resmi dari aparat penegak hukum akan menjadi dasar
utama bagi pemerintah dalam menentukan langkah dan kebijakan selanjutnya. Ia
menilai perlu ada kejelasan apakah persoalan yang tengah diselidiki berkaitan
dengan jabatan Iwan Tuaji sebagai Wakil Bupati PALI atau merupakan urusan
pribadi di luar kapasitasnya sebagai pejabat publik.
"Kita
praduga tak bersalah dulu. Kita dengarkan dulu apa rilis dari aparat penegak
hukum. Itu yang akan menjadi rujukan kita untuk membuat kebijakan. Kita juga
perlu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, apakah ini urusan pribadi atau
terkait kapasitas beliau sebagai Wakil Bupati," katanya.
Tak hanya
sebagai gubernur, Herman Deru juga dihadapkan pada posisinya sebagai ketua partai
Nasdem, mengingat Iwan Tuaji diketahui merupakan kader Partai NasDem. Meski
demikian, Deru menegaskan belum ada langkah yang dapat diambil partai baik dari
sisi pemerintahan maupun organisasi politik sebelum adanya informasi resmi yang
lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kita
belum bisa mengambil langkah berikutnya sebelum mendapatkan informasi formal.
Baik kapasitas saya sebagai gubernur maupun sebagai pengurus partai, tentu
harus menunggu penjelasan resmi terlebih dahulu," tegasnya.
Lebih
jauh, Herman Deru mengingatkan seluruh pejabat publik di Sumsel agar selalu
menjaga integritas dan menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum. Menurutnya,
jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh
tanggung jawab dan kehati-hatian.
"Secara
umum saya mengimbau agar menghindari hal-hal yang sifatnya pelanggaran hukum,
apalagi dalam kapasitas sebagai pejabat negara atau aparat negara. Namun untuk
kasus ini kita belum mengetahui secara pasti, apakah berkaitan dengan
jabatannya sebagai Wakil Bupati atau merupakan persoalan pribadi. Jadi kita
tunggu saja rilis resminya," ungkap Deru. (Bnu)