Wednesday, Jun 10, 2026

Keluh Kesah Gubernur Sumsel Pada Komisi IV dan V DPR RI, Dari Ketahanan Pangan Hingga Pelabuhan Kapal


FAKTUALSUMSEL, PALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan kembali menjadi sorotan nasional dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan. Rabu (15/10/2025), Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru bersama sejumlah pejabat penting menerima kunjungan kerja gabungan wakil ketua DPR RI, Komisi IV dan Komisi V, didampingi pejabat Kementerian Pertanian, Bulog, serta Wakil Bupati Banyuasin, bertempat di Bina Praja Palembang. Kunjungan ini menjadi momen langka karena melibatkan dua komisi sekaligus yang membidangi urusan pertanian, pangan, dan infrastruktur.

Gubernur Herman Deru dalam sambutannya, menyampaikan rasa bahagianya atas perhatian pemerintah pusat terhadap Sumatera Selatan. Menurutnya, kunjungan ini membuktikan bahwa Sumsel memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. “Jarang-jarang Komisi IV dan Komisi V datang bersamaan. Ini pertanda Sumsel memang menjadi perhatian, karena kita punya potensi besar dalam produktivitas pertanian melalui program ekstensifikasi dan intensifikasi,” ujar Deru.

Deru mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 48 ribu hektare lahan sawah baru yang tengah dalam proses pencetakan, di luar dari total 519 ribu hektare lahan eksisting. “Kalau ini selesai, ketahanan pangan akan semakin besar produktifitasnya. Dulu, Sumsel berada di posisi delapan dan kini Sumsel masuk dalam posisi lima nasional. Hanya selisih sedikit dari Sulawesi Selatan,” ungkapnya optimistis.

Ia menjelaskan, meski rata-rata indeks pertanaman baru mencapai 1,1, Sumsel sudah mampu menghasilkan 3,5 juta ton gabah kering giling per tahun. “Produktivitas tahun ini luar biasa. Kita naik dari 2,7 juta menjadi 3,5 juta ton. Ini bukti semangat petani dan efektivitas program yang berjalan,” jelas Deru.

Namun demikian, Deru menegaskan bahwa peningkatan produksi tidak hanya mengandalkan perluasan lahan, tetapi juga harus didukung oleh intensifikasi dan infrastruktur irigasi yang memadai. “Dari total 519 ribu hektare lahan irigasi, baru sekitar 100 ribu hektare yang berfungsi optimal. Padahal irigasi teknis menjadi kunci,” katanya. Ia juga menyinggung Bendungan Komering di Oku Timur dan proyek Bendungan Wihaji yang pembangunannya belum tuntas meski sudah lima kali pergantian tahun anggaran.

Terkait pupuk, Deru menilai distribusi di Sumsel sudah mulai membaik. “Artinya, pupuk mulai tersalurkan tepat sasaran kepada petani yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya. Meski begitu, ia menyoroti kesejahteraan petani yang menurutnya masih perlu perhatian serius. “Petani kita rata-rata hanya mendapat penghasilan Rp5 juta per bulan dari sawah sendiri. Padahal yang bekerja bukan hanya bapak, tapi juga ibu dan anak. Ini perlu perhatian khusus dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Deru juga menyoroti kondisi wilayah transmigrasi di Sumsel yang kini berkembang menjadi sentra produksi pangan. “Dari 10 kabupaten, wilayah transmigrasi kini merupakan menjadi kawasan produktif, baik sawah maupun lahan kering. Tapi distribusi hasil pertanian kita masih terkendala infrastruktur jalan yang tercatat ada sebanyak 4.000 km,” ujarnya.

Hal lain yang dia ungkapkan adalah jalan nasional Palembang–Betung sebagai jalur vital yang butuh pelebaran segera. “Sudah bertahun-tahun jalur ini hanya 7,5 meter lebarnya. Padahal menjadi muara bagi tol Palindra, Tol Prabumulih, Trans Sumatera, dan jalur lintas tengah. Kalau jalan ini tuntas, arus logistik pertanian akan jauh lebih efisien,” jelasnya.

Untuk solusi jangka pendek, Deru mengusulkan dua hal: perbaikan jalan secara bertahap dan percepatan penyelesaian Jalan Tol Kapal Betung. “Saya minta setiap dua tahun, minimal ada tambahan satu kilometer pelebaran jalan. Sedangkan Tol Kapal Betung diharapkan bisa diresmikan sebelum Lebaran 2026 agar dapat digunakan untuk arus mudik,” harapnya.

Selain infrastruktur darat, Herman Deru juga menyinggung pentingnya pengembangan pelabuhan di Palembang sebagai pusat logistik pertanian dan energi. “Dari 38 provinsi, hanya Palembang yang pelabuhannya berada di dalam kota, selain Pontianak. Jika disetujui, pelabuhan ini akan dikelola oleh badan usaha dan pasti jadi motor pertumbuhan ekonomi Sumsel,” tuturnya.

Menutup kegiatan, Herman Deru menegaskan bahwa Sumsel siap menjadi lumbung pangan nasional dengan dukungan kebijakan dan sinergi dari pusat. “Kami akan terus berupaya mengoptimalkan pembangunan dengan keuangan yang ada. The power of kepemimpinan daerah adalah memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya dengan penuh keyakinan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, M.Si, yang memimpin rombongan mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari agenda nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi. “Kami ingin mendengar langsung kondisi di lapangan agar kebijakan pemerintah pusat bisa selaras dengan kebutuhan daerah. Ketahanan pangan adalah prioritas utama Presiden dan bangsa,” tegas Saan. Ia juga menyebut bahwa dari seluruh provinsi penghasil pangan, Sumsel termasuk lima besar bersama Sulsel, Jabar, Jateng, dan Jatim. (fdl)

 

author

27DERAJAT.COM

Keluh Kesah Gubernur Sumsel Pada Komisi IV dan V DPR RI, Dari Ketahanan Pangan Hingga Pelabuhan Kapal

Please Login to comment in the post!

you may also like

  • by 27DERAJAT.COM
  • May, 16, 2025 01:22
BGN Bakal Dirikan 965 Satuan Layanan SPPG di Sumsel
  • by 27DERAJAT.COM
  • May, 17, 2025 10:06
Imigrasi Jaring 170 WNA dalam Operasi Wira Waspada