- by 27DERAJAT.COM
- May, 16, 2025 01:16
FAKTUALSUMSEL, PALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan kembali menjadi sorotan nasional dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan. Rabu (15/10/2025), Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru bersama sejumlah pejabat penting menerima kunjungan kerja gabungan wakil ketua DPR RI, Komisi IV dan Komisi V, didampingi pejabat Kementerian Pertanian, Bulog, serta Wakil Bupati Banyuasin, bertempat di Bina Praja Palembang. Kunjungan ini menjadi momen langka karena melibatkan dua komisi sekaligus yang membidangi urusan pertanian, pangan, dan infrastruktur.
Gubernur Herman Deru dalam sambutannya, menyampaikan
rasa bahagianya atas perhatian pemerintah pusat terhadap Sumatera Selatan.
Menurutnya, kunjungan ini membuktikan bahwa Sumsel memiliki peran strategis
dalam menjaga ketahanan pangan nasional. “Jarang-jarang Komisi IV dan Komisi V
datang bersamaan. Ini pertanda Sumsel memang menjadi perhatian, karena kita
punya potensi besar dalam produktivitas pertanian melalui program
ekstensifikasi dan intensifikasi,” ujar Deru.
Deru mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 48 ribu
hektare lahan sawah baru yang tengah dalam proses pencetakan, di luar dari
total 519 ribu hektare lahan eksisting. “Kalau ini selesai, ketahanan pangan
akan semakin besar produktifitasnya. Dulu, Sumsel berada di posisi delapan dan
kini Sumsel masuk dalam posisi lima nasional. Hanya selisih sedikit dari
Sulawesi Selatan,” ungkapnya optimistis.
Ia menjelaskan, meski rata-rata indeks pertanaman baru
mencapai 1,1, Sumsel sudah mampu menghasilkan 3,5 juta ton gabah kering giling
per tahun. “Produktivitas tahun ini luar biasa. Kita naik dari 2,7 juta menjadi
3,5 juta ton. Ini bukti semangat petani dan efektivitas program yang berjalan,”
jelas Deru.
Namun demikian, Deru menegaskan bahwa peningkatan
produksi tidak hanya mengandalkan perluasan lahan, tetapi juga harus didukung
oleh intensifikasi dan infrastruktur irigasi yang memadai. “Dari total 519 ribu
hektare lahan irigasi, baru sekitar 100 ribu hektare yang berfungsi optimal.
Padahal irigasi teknis menjadi kunci,” katanya. Ia juga menyinggung Bendungan
Komering di Oku Timur dan proyek Bendungan Wihaji yang pembangunannya belum
tuntas meski sudah lima kali pergantian tahun anggaran.
Terkait pupuk, Deru menilai distribusi di Sumsel sudah
mulai membaik. “Artinya, pupuk mulai tersalurkan tepat sasaran kepada petani
yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya. Meski begitu, ia menyoroti
kesejahteraan petani yang menurutnya masih perlu perhatian serius. “Petani kita
rata-rata hanya mendapat penghasilan Rp5 juta per bulan dari sawah sendiri.
Padahal yang bekerja bukan hanya bapak, tapi juga ibu dan anak. Ini perlu
perhatian khusus dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Deru juga menyoroti kondisi wilayah transmigrasi di
Sumsel yang kini berkembang menjadi sentra produksi pangan. “Dari 10 kabupaten,
wilayah transmigrasi kini merupakan menjadi kawasan produktif, baik sawah
maupun lahan kering. Tapi distribusi hasil pertanian kita masih terkendala
infrastruktur jalan yang tercatat ada sebanyak 4.000 km,” ujarnya.
Hal lain yang dia ungkapkan adalah jalan nasional
Palembang–Betung sebagai jalur vital yang butuh pelebaran segera. “Sudah
bertahun-tahun jalur ini hanya 7,5 meter lebarnya. Padahal menjadi muara bagi
tol Palindra, Tol Prabumulih, Trans Sumatera, dan jalur lintas tengah. Kalau
jalan ini tuntas, arus logistik pertanian akan jauh lebih efisien,” jelasnya.
Untuk solusi jangka pendek, Deru mengusulkan dua hal:
perbaikan jalan secara bertahap dan percepatan penyelesaian Jalan Tol Kapal
Betung. “Saya minta setiap dua tahun, minimal ada tambahan satu kilometer
pelebaran jalan. Sedangkan Tol Kapal Betung diharapkan bisa diresmikan sebelum
Lebaran 2026 agar dapat digunakan untuk arus mudik,” harapnya.
Selain infrastruktur darat, Herman Deru juga
menyinggung pentingnya pengembangan pelabuhan di Palembang sebagai pusat
logistik pertanian dan energi. “Dari 38 provinsi, hanya Palembang yang
pelabuhannya berada di dalam kota, selain Pontianak. Jika disetujui, pelabuhan
ini akan dikelola oleh badan usaha dan pasti jadi motor pertumbuhan ekonomi
Sumsel,” tuturnya.
Menutup kegiatan, Herman Deru menegaskan bahwa Sumsel
siap menjadi lumbung pangan nasional dengan dukungan kebijakan dan sinergi dari
pusat. “Kami akan terus berupaya mengoptimalkan pembangunan dengan keuangan
yang ada. The power of kepemimpinan daerah adalah memberikan yang terbaik untuk
masyarakat,” pungkasnya dengan penuh keyakinan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, M.Si,
yang memimpin rombongan mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari agenda
nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi. “Kami ingin mendengar
langsung kondisi di lapangan agar kebijakan pemerintah pusat bisa selaras
dengan kebutuhan daerah. Ketahanan pangan adalah prioritas utama Presiden dan
bangsa,” tegas Saan. Ia juga menyebut bahwa dari seluruh provinsi penghasil
pangan, Sumsel termasuk lima besar bersama Sulsel, Jabar, Jateng, dan Jatim. (fdl)