- by 27DERAJAT.COM
- Mar, 16, 2025 04:18
PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar peringatan istimewa di Kebon Gede, Palembang, dengan mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik.” Acara tersebut berlangsung di Kebon Gede, Selasa (11/11/2025) dihadiri langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Ketua BKOW Feby Lustia HD, serta sejumlah kepala daerah, instansi, pelajar, dan komunitas pecinta lingkungan.
Dalam
sambutannya, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa menjaga kebersihan dan
mengurangi polusi plastik merupakan tanggung jawab bersama, baik institusi
maupun individu. Ia mengapresiasi pihak-pihak yang telah berkomitmen terhadap
pelestarian lingkungan. “PLHD punya tim dan standarisasi tersendiri dalam
penilaian kebersihan kantor. Saya ingin kebersihan ini dilombakan, termasuk
toilet, karena itu cermin pelayanan publik,” ujarnya.
Menurut
Deru, kantor pemerintahan, sekolah, maupun fasilitas umum lainnya harus menjadi
contoh dalam menjaga kebersihan. Ia menilai bahwa toilet adalah indikator utama
kebersihan suatu tempat. “Kalau ingin tahu bersih atau tidaknya sebuah tempat,
lihatlah toiletnya. Sama seperti rumah atau kantor pemerintahan, di situlah ukuran
disiplin dan kesadaran kebersihan terlihat,” tegasnya.
Ia
menambahkan, semangat kompetisi kebersihan antarinstansi dan daerah memberikan
dampak positif. “Pagar Alam tahun ini menempati posisi pertama, disusul OKU
Timur di posisi kedua. Dulu OKU selalu nomor satu. Ini bukti bahwa semangat
berlomba menuju kebaikan benar-benar hidup,” kata Deru sambil tersenyum.
Mengangkat
tema “Hentikan Polusi Plastik,” Deru mengingatkan bahwa plastik sulit
terurai dan memiliki dampak jangka panjang terhadap lingkungan. “Lima tahun
lalu kita sudah mulai kampanye ini, dan hasilnya kini mulai terlihat.
Penggunaan plastik memang sulit dihindari, tapi bisa dikurangi. Komitmen ini
harus terus kita jaga dan saling mengingatkan,” ujarnya.
Dalam
kesempatan itu, Gubernur juga menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat dan
kepala daerah dalam menyosialisasikan bahaya sampah plastik. “Kita harus terus
mengedukasi masyarakat untuk mengurangi limbah plastik dan sebisa mungkin
mendaur ulang. Jangan biarkan sungai dan laut kita rusak karena sampah yang
tidak bertanggung jawab,” katanya dengan nada tegas.
Melalui
peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, Pemerintah Provinsi Sumatera
Selatan berharap semangat menjaga bumi dapat tumbuh di setiap lapisan
masyarakat. “Kita mulai dari hal kecil, seperti memilah sampah dan mengurangi
plastik sekali pakai. Bila setiap orang punya kesadaran, maka lingkungan bersih
bukan lagi cita-cita, melainkan gaya hidup,” tutup Herman Deru penuh optimisme.
Kepala
Dinas Lingkungan Hidup Sumsel, Hendri Apriansyah, turut memberikan apresiasi
atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan
meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap polusi dan dampaknya bagi
lingkungan. “Selain pameran lingkungan hidup, kita juga memberikan berbagai
penghargaan bagi individu, sekolah, perusahaan, dan pemerintah daerah yang
berprestasi dalam pengelolaan lingkungan,” jelas Hendri.
Adapun
penghargaan yang diberikan meliputi Nirwasita Tantra, Kalpataru, Adiwiyata,
Program Kampung Iklim (Proklim), hingga lomba kebersihan, keindahan, dan
sanitasi antarinstansi. Untuk kategori kantor pemerintahan terbersih, juara
pertama diraih Kota Pagar Alam, disusul Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, dan
Kota Palembang di posisi ketiga.
Sementara
itu, penghargaan Proklim kategori pembina dari pemerintah daerah
diberikan kepada Wali Kota Palembang, Bupati Muara Enim, Bupati Musi Rawas
Utara, Bupati Lahat, dan Bupati Ogan Ilir. Untuk kategori dunia usaha,
penghargaan diberikan kepada 13 perusahaan besar di Sumsel, di antaranya PT
Pupuk Sriwidjaja, PT Bukit Asam, dan PT Pertamina Patra Niaga IT Palembang. (FDL)