- by 27DERAJAT.COM
- Mar, 21, 2025 03:13
FAKTUALSUMSEL, OKU - Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil V) Sumsel 5 yang meliputi Kabupaten OKU dan OKU Selatan menuntaskan kegiatan Reses Masa Sidang V Tahun Anggaran 2026 pada 10–17 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat terkait pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di daerah.

Reses tersebut diikuti oleh Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie, S.E., M.M (Golkar), bersama anggota lainnya yakni Sri Mulyadi, S.E., M.Si (Gerindra), Hj. Isyana Lonitasari, S.H (Demokrat), At Thahirah Putri Lestari, S.E (PPP), Fathan Qoribi, S.T (PKB), Andri Fitriansyah, S.T., M.M (NasDem), serta Mirza Gumay, S.IP (PAN).
Kegiatan reses dilaksanakan sebagai bagian dari tugas konstitusional DPRD dalam menjalankan fungsi perwakilan rakyat. Melalui pertemuan langsung di lapangan, para legislator memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi sosial, ekonomi, serta kebutuhan pembangunan yang dirasakan masyarakat di wilayah OKU dan OKU Selatan.

Selama pelaksanaan, reses dilakukan secara berkelompok di sejumlah titik dengan metode dialog interaktif, pertemuan tatap muka, serta kunjungan langsung ke lokasi. Berbagai elemen masyarakat turut terlibat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemuda, tenaga pendidik, perangkat desa, hingga pelaku usaha dan kelompok tani.
Koordinator reses Sri Mulyadi, menjelaskan angka partisipasi masyarakat terbilang tinggi. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan keluhan, usulan, serta harapan terkait pembangunan daerah. Aspirasi yang dihimpun pun mencerminkan kebutuhan riil yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

Bidang infrastruktur menjadi salah satu perhatian utama. Masyarakat mengusulkan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan provinsi, pembangunan jembatan, perbaikan irigasi pertanian, penyediaan air bersih dan sanitasi, serta penambahan penerangan jalan umum terutama di wilayah pedesaan.
Di sektor pendidikan, warga berharap adanya rehabilitasi ruang kelas, penambahan sarana dan prasarana sekolah, pemerataan tenaga pendidik, serta pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi maupun dari keluarga kurang mampu. Peningkatan kesejahteraan guru, termasuk ASN dan PPPK, juga menjadi sorotan.
Sementara di bidang kesehatan, masyarakat menginginkan peningkatan fasilitas Puskesmas dan Puskesmas Pembantu, penambahan tenaga medis, pemerataan distribusi obat, serta penguatan layanan kesehatan ibu dan anak. Upaya penurunan angka stunting dan gizi buruk juga menjadi perhatian serius.
Sebagai wilayah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, warga Dapil V juga meminta dukungan berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), kemudahan akses pupuk bersubsidi, perbaikan jalan usaha tani, penyuluhan pertanian yang lebih intensif, serta bantuan bibit unggul.
Tidak hanya itu, aspirasi di bidang ekonomi turut mengemuka. Masyarakat berharap adanya penguatan permodalan bagi pelaku UMKM, pelatihan peningkatan kapasitas usaha, pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, serta perluasan akses pemasaran produk daerah.
Pada sektor sosial dan keagamaan, warga mengusulkan dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan, rehabilitasi rumah ibadah, pembinaan generasi muda, serta bantuan sosial yang tepat sasaran guna memperkuat ketahanan sosial di tingkat desa dan kelurahan.
Hasil reses juga merekomendasikan sejumlah prioritas strategis kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, terutama percepatan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Selain itu, DPRD Dapil V mendorong penguatan layanan pendidikan dan kesehatan, termasuk rencana pembangunan rumah sakit tipe C di wilayah yang telah memenuhi syarat, guna meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil.
Isu ketahanan pangan dan ekonomi rakyat juga menjadi perhatian. Masyarakat berharap adanya upaya menjaga stabilitas harga hasil bumi, menekan harga kebutuhan pokok, serta memperluas program pemberdayaan UMKM agar pertumbuhan ekonomi daerah berjalan lebih inklusif.

Aspirasi lainnya mencakup permintaan program Internet Desa untuk mengatasi wilayah blank spot, peningkatan pelayanan PDAM dan PLN, serta dukungan bantuan ternak, bibit ikan, dan bibit tanaman. Para camat dan kepala desa juga diingatkan agar aktif mengusulkan program melalui mekanisme Musrenbang.
Melalui kegiatan reses ini, DPRD Sumsel menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi masyarakat agar dapat diakomodasi dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Harapannya, berbagai rekomendasi tersebut mampu mendorong pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan kemajuan yang berkelanjutan dan berkeadilan di wilayah Dapil V Sumatera Selatan. (Adv)