Wednesday, Jun 10, 2026

Festival Literasi Sumsel #2 Menggema, Bangun Gerakan Literasi Inklusif dan Berdaya Saing Global


Kadis PPPA Menerima Buku Dari Nyalanesia

Palembang – Semangat membangun budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan kembali digaungkan melalui Sosialisasi dan Workshop Festival Literasi Sumsel #2 yang digelar di Aula Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ekosistem literasi yang inklusif, adaptif, dan mampu bersaing di era digital.

Acara semakin bermakna dengan penyerahan buku dari tim Nyalanesia yang diwakili Imam Subhan kepada Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Fitriana, S.Sos., M.Si. Simbol kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama antara pemerintah dan komunitas literasi dalam memperkaya khazanah pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya penulis-penulis baru dari Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Fitriana, menegaskan bahwa Festival Literasi bukan sekadar agenda tahunan, tetapi gerakan besar untuk membangun masyarakat yang cerdas dan berdaya. Ia menyebutkan bahwa program perpustakaan provinsi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kabupaten dan kota dalam mengembangkan layanan literasi yang inovatif. “Kami menyambut baik kolaborasi dengan Nyalanesia. Ini bagian dari upaya bersama menghadirkan literasi yang relevan dengan perkembangan zaman, dan Bapak Gubernur memberikan apresiasi penuh terhadap gerakan ini,” ujarnya.


Menurut Fitriana, Festival Literasi Sumsel telah digelar selama lima tahun berturut-turut dan terus berkembang dengan pendekatan yang lebih komprehensif. Tidak hanya fokus pada literasi baca-tulis, kegiatan ini juga mengacu pada sembilan jenis literasi dan melibatkan berbagai perangkat daerah, termasuk Dinas Pendidikan. Inovasi lain yang tengah dipersiapkan adalah peluncuran naskah kuno sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya daerah.

Sumatera Selatan juga dikenal sebagai pelopor literasi inklusif. Sejak 2022, layanan bahasa isyarat di perpustakaan telah dicanangkan dan mendapat apresiasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, penguatan peran duta literasi terus diperluas hingga ke tingkat kabupaten dan kota, dengan melibatkan para istri kepala daerah untuk menggerakkan literasi berbasis inklusi sosial di tengah masyarakat.

Transformasi literasi menuju era digital juga menjadi perhatian utama. Kehadiran platform Nyalanesia.id dinilai mampu mengintegrasikan dunia literasi dengan teknologi, membuka ruang bagi masyarakat untuk menulis, berbagi karya, serta memperluas jejaring hingga tingkat nasional dan global. Forum ini pun menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat sinergi antara komunitas, pemerintah, dan pegiat literasi.


Dalam sesi workshop, Imam Subhan menekankan bahwa literasi saat ini tidak hanya soal kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan mengambil keputusan di tengah banjir informasi. Ia mengingatkan pentingnya melatih otak untuk tetap jernih dalam menghadapi informasi yang ambigu, keraguan di media sosial, hingga tantangan kepemimpinan dan manajemen krisis di era digital.

Melalui kegiatan ini, Festival Literasi Sumsel #2 diharapkan menjadi gerakan bersama yang tidak hanya meramaikan agenda tahunan, tetapi juga memperkuat fondasi literasi masyarakat. Dengan kolaborasi yang semakin luas, Sumatera Selatan optimistis mampu melahirkan generasi pembelajar sepanjang hayat yang kreatif, kritis, dan siap menghadapi tantangan global.(*)

author

27DERAJAT.COM

Festival Literasi Sumsel #2 Menggema, Bangun Gerakan Literasi Inklusif dan Berdaya Saing Global

Please Login to comment in the post!

you may also like