- by M. Sultan
- Feb, 17, 2025 23:52
PALEMBANG – Suasana penuh kehangatan dan optimisme terlihat saat Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, dan Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang, bersilaturahmi dengan para perwakilan suporter Sriwijaya FC, Sabtu jelang siang (1/11/2025). Mulai dari supporter sepakbola Sriwijaya Mania, Singa Mania, hingga Ultras. Pertemuan yang digelar sebagai tindak lanjut dialog dua minggu lalu itu menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga marwah sepak bola Sumsel.
Hadir pula dalam kesempatan itu jajaran manajemen klub Sriwijaya FC. Terlihat presiden SFC, Alexander, Anggoro, serta Wakil Presiden Sriwijaya FC Muhammad David dalam forum tersebut. Herman Deru menegaskan, musim ini harus menjadi momentum kebangkitan dua klub kebanggaan masyarakat Sumsel yang tengah berjuang di Liga 2.
“Dua aset ini tekadnya harus ada yang melompat ke kasta lebih tinggi. Tapi pun kalau belum, kita pastikan tidak ada yang terdegradasi. Kita ingin Sriwijaya FC tidak hilang,” tegas Herman Deru. Gubernur juga beberapa kali melontarkan pernyataan jika pemerintah Provinsi Sumsel dalam hal ini dirinya sebagai Gubernur, tidak ada itikad ataupun memusuhi Sriwijaya FC.
Ia mengibaratkan kondisi saat ini sebagai proses mencari “obat terapi” terbaik bagi Sriwijaya FC agar bisa bangkit secara finansial dan kompetitif.
“Saya juga berharap semua supporter tahu, kalau Pemerintah Provinsi tidak ada menganaktirikan. Pertemuan ini juga dilakukan karena kita semua cinta dengan Sriwijaya FC. Kita juga cinta dengan Sumsel United. Dan saat ini bagaimana kita berpikir agar kedua kesebelasan ini menjadi kebanggaan Masyarakat Sumsel. Sumsel United boleh jadi naik kasta ke Liga 1. Begitupun Sriwijaya FC, kita harapkan demikian. Kalaupun terpuruk, kita juga berharap SFC akan tetap menempati Liga 2,” harapnya.
Ia menekankan sinergi antara doa masyarakat, semangat suporter, hingga disiplin manajemen klub menjadi kunci menjaga eksistensi kedua tim. “Saya ingin semua manajemen bersatu. Mereka ini wong Sumsel semua, ada rasa memiliki yang sama. Ini kebanggaan kita Bersama,” ujar Gubernur.
Dalam sesi dialog, Herman Deru menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi tak bisa lagi mengucurkan APBD untuk klub sepak bola profesional sejak 2012. Namun demikian, ia memastikan dukungan moral serta berusaha akan mencarikan Solusi terbaik buat Sriwijaya FC agar tetap eksis. “Apa yang bisa gubernur bantu? Memberi jalan, koneksi, dan memfasilitasi agar SFC tetap hidup. Tapi tidak ada intervensi. Ini murni karena rasa cinta dan tanggung jawab moral,” ujarnya.
Ia juga sempat menyinggung peran PT Digi dan meminta manajemen menjelaskan kondisi klub secara terbuka kepada publik agar kepercayaan kembali terbangun.
Sementara Wakil Gubernur Sumsel, sekaligus Presiden Sumsel United, H. Cik Ujang, menegaskan pentingnya kebersamaan antarklub lokal untuk memajukan sepak bola Sumsel. “Bola itu soal loyalitas, sama halnya seperti membakar uang. Kita ingin SFC tetap ada, jangan sampai hilang atau degradasi. Kita ini saudara, harus saling menguatkan,” ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Presiden Sriwijaya FC, Muhammad David, menyambut baik inisiatif pemerintah daerah mengumpulkan suporter dan manajemen klub. “Alhamdulillah kami disambut Pak Gub dan Pak Wagub. Ini bukti bahwa Sriwijaya FC tidak dibiarkan. Kami berharap dukungan jaringan agar tim ini bisa mendapatkan sponsor, karena sejak 2012 tidak boleh lagi memakai dana APBD,” ungkapnya.
David menyebut manajemen kini
tengah melakukan pembenahan tim, dengan target minimal masuk lima besar demi
membuka peluang naik kasta, atau setidaknya bertahan di Liga 2. Pertemuan ini
juga diwarnai suara dari suporter yang berharap transparansi, keseriusan
manajemen, serta komitmen pemerintah sebagai fasilitator.
Sejumlah kisah emosional turut muncul, seperti pengakuan Presiden Sriwijaya FC, Alexander tentang perjuangannya mencarikan dana talangan serta uang pribadi demi menyelamatkan klub. “Kita berkumpul karena ada rasa memiliki terhadap SFC. Walau kondisi sulit, kita masih punya harapan,” ucapnya.
Silaturahmi itu ditutup dengan ajakan Herman Deru kepada publik Sumsel untuk memberikan dukungan penuh pada laga Sriwijaya FC dan Sumsel United esok hari. “Yang penting kita berjuang, jangan sampai ada yang terdegradasi. Doakan, dukung, dan tetap solid,” serunya.
Semangat kebersamaan ini menjadi sinyal kuat bahwa perjuangan mengembalikan kejayaan Sriwijaya FC dan mengangkat prestasi Sumsel United tidak akan berjalan sendiri. Harapan besar kini menggantung di pundak manajemen, pemain, dan para pendukung setia wong kito untuk menjaga marwah sepak bola Sumsel tetap berkibar di kancah nasional.(fdl)